Kamis, 18 Agustus 2011

MENJADI SESUATU


Aku ingin menjadi sepasang sepatu di dalam sebuah toko yang ditunjuk seorang anak miskin itu. Berhari-hari ia lewat toko itu. Ditarik pulang ayahnya pulang karena tak dapat membelinya. Sepatu yang sederhana saja, hanya untuk dipakai sekolah karena yang lama tak dapat digunakan lagi. Setidaknya sebagai pengganti sandal jepit ber-surat ijin dari orangtua kepada guru sekolahnya, yang dipakainya beberapa hari ini.


Aku ingin menjadi sepatu yang terombang-ambing di antara batu besar sungai itu. Ditunggu beberapa ibu-ibu miskin yang menunggu di ujung sana. Dengan pengait besi penyaring sampah, mereka mengusap keringat. Setidaknya untuk dijual atau dicuci dan dipakaikan untuk suaminya bekerja.

Aku ingin menjadi sepatu menganga di kaki pelari itu. Pelari cilik ingusan harapan warga sebuah kampung kecil. Untuk merebut satu hadiah televisi mini yang diharapkan bisa tergantung di ujung pos hansip, dilihat bersama dengan secangkir teh panas. Menjadi sesuatu untuk sebuah kampung.

Aku tidak begitu ingin diinginkan. Aku hanya ingin menjadi sebuah kesempatan, keberuntungan, kehidupan bagi seseorang. Sebuah hal di dalam ketidakberuntungan dan ketidakadilan hidup. Menjadi sesuatu, sesederhana itu.


Catatan dalam sebuah perjalanan panjang, melihat sepasang sepatu tergeletak di tepi sungai Bangkok.
Agustus, 2011.
Gambar diambil oleh Daniel Liben Photography

Tidak ada komentar: