Hari-hari ini terasa aneh bagiku.
Meminum teh di pagi hari tanpamu,
dan menghabiskan makan malam bersama tanpamu.
Begitu bodohnya aku mengijinkan keegoanku ada untuk membencimu.
Merasa aku adalah nomor satu yang tahu akan kebenaran.
Kemana kau pergi?
Jangan berpetualang terlalu jauh.
Aku takut kau jatuh dan terluka.
Tersadarnya aku sekarang.
Yang tak pernah merasa mempunyai saat kau ada.
Tersadar aku akan nina bobo yang menemaniku setiap malam,
yang bukan hanya nyanyian hari di telingaku
namun keberadaanmu di depanku.
Saat kau tak pulang malam ini,
gelisah memarahiku di tengah ringkup sedihku.
Serasa aku tak punya hati untukmu.
Tak punya cukup waktu untuk mengertimu,
di tengah masalah yang menemanimu.
Bolehkah maaf itu ada menghampirimu saat ini?
Pulanglah ke rumah,
aku tunggu malam ini.
Suara hati yang terdalam
11 Maret 2009, 21.36

Tidak ada komentar:
Posting Komentar