Jumat, 03 Juni 2011

CATATAN KECIL: BERJALAN ATAU BERLARI


 
It's been a long time ya sepertinya setelah nggak update blog sama sekali (nggak lama-lama juga sih *siulan*). Tiba-tiba pengen banget share sesuatu. Dan untuk pertama kalinya, setelah berkutat dengan bahasa yang sangat sopan dan bersahaja, here i am mau nulis dengan bahasa sehari-hari aja biar lebih bisa dimengerti :)

Sebenernya sih ini catatan kecil aja tentang sesuatu yang baru saya dapat. Or something i called 'blessing' yang kayaknya penting untuk kita semua.

Di tengah hiruk pikuk mau lulusnya saya di dunia perkuliahan, pastinya bingung lah ya mau kerja dimana. Yah, bingung total. Secara gitu saya nih perfectionist banget orangnya. Jadi nggak mau kalau dapet kerjaan yang nggak layak atau asal-asalan gitu. *dirajam masa* Dan memang sih beberapa bulan lalu tuh dunia dah kayak gempar abis. Di rumah kayaknya selalu cari-cari info mau kerja apaan.

Dan di tengah itu, i feel kinda like aduh apasih maunya Tuhan nih buat saya. Bingung. Serius. Sampe kadang desperate. Kayaknya saya lari mau ngejar something yang berasa so gelap banget. Istilah belandanya: meraba. Dan setibanya dalam kesedihan itu, saya itu doa bilang gini: Tuhan, kadang saya tuh waktu jalan santai, eh disuru lari. Tapi sekarang waktunya aku lari, kok kayaknya arah depan tuh masih gelap banget. Even Tuhan sendiri nggak kasi sign atau apalah yang bisa sedikitnya mencerahkan.

Dan Tuhan pun kasi sesuatu yang bagus banget:
"When God asks you to walk and you choose to run, you will lose your focus."

Sebuah quote indah dari AR Bernard. Dan segalanya berubah. Pengertian itu membalikkan sesuatu hal yang selama ini mungkin saya (atau mungkin kalian) selalu pegang. Bahwa nggak selamanya kok kita itu disuruh lari sama Tuhan. Ada kalanya semuanya berkebalikan. Ada kalanya ketika Tuhan belum suruh kita lari dan kita berpikir: "lari dulu ah, ntar biar Tuhan seneng waktu minta kita lari, eh dah liat anaknya lari.". Salah. Ada kalanya Tuhan itu nggak pengen kita keburu-buru. Dan bukan berarti kita santai duduk kongkang-kongkang gitu. Lebih kepada, ketika kita PEKA terhadap apa yang Tuhan mau.

Semenjak itu saya berpikir, yang berlari lebih dulu belum tentu di garis depan pertama. Dan yang jalan dibelakang belum tentu menjadi yang paling belakang. Semua ada hidupnya masing-masing. Jadi, mau berjalan atau berlari? :)

Gambar diambil disini

Tidak ada komentar: