Rabu, 13 April 2011

KACAMATA

 

Ini catatan singkat. Teruntuk setiap manusia dewasa yang kehilangan masa kanak. Masa kanak di kala telah dewasa, dan tak mengijinkan dirinya dilingkupi keluguan manusia kecil dan lucu seperti yang terlihat di seberang jalan itu, tertawa dan menerima segala hal dengan senyuman.

Menyapa manusia dewasa yang terlalu serius, atau yang mulai kehilangan kacamata ‘kecil’nya untuk memandang segalanya dengan kerendahan hati seperti di kala kecil tersakiti, menangis, tertidur, dan terbangun lupa apa yang telah terjadi.



Saat manusia kecil tak diijinkan bersikap terlalu kanak dan manja berlebihan, seperti ketika kita memaksa seorang anak berkacamata memenuhi seluruh wajahnya. Menuntutnya untuk mengenakan kacamata yang lebih besar –melihat hal kecil dengan pikiran yang lebih luas, dan memberi pengertian untuk hidup yang tak boleh kecil dan terlalu kanak. Mereka tetap dapat mengenakannya, walau usia belum mengijinkan.

  
Namun saat kacamata itu digunakan oleh manusia dewasa, kacamata itupun terlihat lebih kecil dan serasi. Yang dewasa dipaksa untuk melihat sesuatu dengan kacamata kecil, di saat ukuran tubuhnya tak seperti di saat dulu. Dipaksa tumbuh dalam kedewasaan, namun dengan pandangan untuk melihat setiap masalah seperti sebuah kacamata kecil yang seharusnya dikenakan seorang anak, yaitu kesederhanaan, keluguan, kerendahan hati, dan berpikir tenang walau terganggu, tertawa dikala disakiti, tersenyum walau sedang terbujuk.


Walau usia tak lagi mengijinkan, namun biarlah jiwa kanak yang tulus dan apa adanya tetap menjadi bagian dari kedewasaan kita:)

Tidak ada komentar: