Senin, 20 Juni 2011

CATATAN KECIL: MENGAKHIRI

 

Ini merupakan sebuah curcol saya menjelang sidang (rabu besok), dimana hati gundah gulana. Bayangin-nya aja agak semacam takut gitu. Jadi kutuangkan dalam blog ini untuk menghindari perasaan-perasaan yang tak diinginkan. Benernya sudah siap sidang sih, tapi nunggu waktunya itu yang malesin abis. Kok ya rabu nggak besok aja gitu *ditampar berjamaah*. Masalahnya sudah nggak ada yang dikerjain, jadi di rumah cuman nunggu, nunggu dan nunggu. Have fun sih, tapi ya kurang legowo gitu.

Ok, mengingat hampir empat tahun sudah saya di Universitas itu. Rasanya senang campur aduk. Di antara nggak nyangka dan nyangka. Nyangkanya karena saya pasti bisa lulus, nggak nyangkannya bisa melalui empat tahun yang nggak bentar itu. Gila, kok bisa ya. I really do believe that Jesus always nurturing me. Yes, i do believe.

Sudah sejauh ini dibimbing hingga jangka waktu yang sebegitu jauh menurut saya. Nggak semudah ini bisa menyelami banyak hal, dimana saat kuliah saya banyak mengeluh dan mengeluh. Karena nggak puas ini itu, nggak dapat yang diharapin and the blah blah blah. Ketika flash back lihat ke belakang (dan sembari melihat karya saya), ada 'bertumbuh' disitu. Itu yang nggak terpikirkan. Gimana proses desain akhirnya begitu saya ketahui dan pelajari. Selalu ada jalan saat kita nggak bisa ngapa-ngapain. Ada jalan saat desain yang jelek atau kegagalan bisa menjadi hal yang (terkadang) akan sangat kita rindukan, karena dari sana anda menemukan sebuah pembelajaran hidup (seperti pengalaman yang pernah saya share disini). Yah, begitu melekat. Sedih bahagia cyin :')

Yang pasti, ketika masuk di jurusan desain interior ini, saya nggak pernah mikir atau duga. Semuanya mengalir. Saya pernah bilang, take wherever You want me to go. Dan ternyata disinilah saya harus belajar. Baik pendidikan dan kehidupan. Dan saat semuanya akan berakhir, satu yang selalu saya percaya.

Ketika Tuhan sudah memilih tempat ini dan menuntun sejauh ini buat saya, Tuhan jugalah yang akan mengakhiri dengan caranya yang sempurna.

I do believe! Keep fighting teman-teman yang senasib dengan saya. Ingat, selesaikan apa yang menjadi bagian kita, karena inilah hidup. Berproses :)

Gambar diambil disini

Jumat, 03 Juni 2011

CATATAN KECIL: BERJALAN ATAU BERLARI


 
It's been a long time ya sepertinya setelah nggak update blog sama sekali (nggak lama-lama juga sih *siulan*). Tiba-tiba pengen banget share sesuatu. Dan untuk pertama kalinya, setelah berkutat dengan bahasa yang sangat sopan dan bersahaja, here i am mau nulis dengan bahasa sehari-hari aja biar lebih bisa dimengerti :)

Sebenernya sih ini catatan kecil aja tentang sesuatu yang baru saya dapat. Or something i called 'blessing' yang kayaknya penting untuk kita semua.

Di tengah hiruk pikuk mau lulusnya saya di dunia perkuliahan, pastinya bingung lah ya mau kerja dimana. Yah, bingung total. Secara gitu saya nih perfectionist banget orangnya. Jadi nggak mau kalau dapet kerjaan yang nggak layak atau asal-asalan gitu. *dirajam masa* Dan memang sih beberapa bulan lalu tuh dunia dah kayak gempar abis. Di rumah kayaknya selalu cari-cari info mau kerja apaan.

Dan di tengah itu, i feel kinda like aduh apasih maunya Tuhan nih buat saya. Bingung. Serius. Sampe kadang desperate. Kayaknya saya lari mau ngejar something yang berasa so gelap banget. Istilah belandanya: meraba. Dan setibanya dalam kesedihan itu, saya itu doa bilang gini: Tuhan, kadang saya tuh waktu jalan santai, eh disuru lari. Tapi sekarang waktunya aku lari, kok kayaknya arah depan tuh masih gelap banget. Even Tuhan sendiri nggak kasi sign atau apalah yang bisa sedikitnya mencerahkan.

Dan Tuhan pun kasi sesuatu yang bagus banget:
"When God asks you to walk and you choose to run, you will lose your focus."

Sebuah quote indah dari AR Bernard. Dan segalanya berubah. Pengertian itu membalikkan sesuatu hal yang selama ini mungkin saya (atau mungkin kalian) selalu pegang. Bahwa nggak selamanya kok kita itu disuruh lari sama Tuhan. Ada kalanya semuanya berkebalikan. Ada kalanya ketika Tuhan belum suruh kita lari dan kita berpikir: "lari dulu ah, ntar biar Tuhan seneng waktu minta kita lari, eh dah liat anaknya lari.". Salah. Ada kalanya Tuhan itu nggak pengen kita keburu-buru. Dan bukan berarti kita santai duduk kongkang-kongkang gitu. Lebih kepada, ketika kita PEKA terhadap apa yang Tuhan mau.

Semenjak itu saya berpikir, yang berlari lebih dulu belum tentu di garis depan pertama. Dan yang jalan dibelakang belum tentu menjadi yang paling belakang. Semua ada hidupnya masing-masing. Jadi, mau berjalan atau berlari? :)

Gambar diambil disini