Senin, 07 Juni 2010

DESAIN YANG BELAJAR



Inilah sebuah catatan kecil. Catatan yang lahir dari sebuah cerita yang menyeberangkan saya pada sebuah tangisan, ketidakberdayaan, penyesalan, penyadaran diri, dan dedikasi. Berawal dari sebuah rencana, atau yang lebih nyata disebut dengan sebuah keharusan. Rencana anak kuliahan untuk menuntaskan tugasnya dalam mendesain sebuah kursi, demi nilai yang menggembirakan dan hasil yang tidak mengecewakan.

Sudah tugas saya untuk membuat kursi ini, sebagai seorang mahasiswa desain interior yang dalam sebuah mata kuliah mengajarkan saya sebuah proses produksi kreatif dalam konteks mebel untuk mengkreasikannya secara riil. Tepatnya, proses pembuatan kursi yang saya desain ini berlangsung pada awal semester lalu. Seiring berjalannya waktu, setelah menyelesaikan seluruh gambar kerja untuk keperluan produksi dimulailah pembuatan kursi ini. Bisa diceritakan cukup panjang dan melelahkan prosesnya.

Cerita sebuah penyesalan yang saya maksud bisa jadi berawal dari hal ini: ketidakyakinan saya pada awal pendesainan bentuk dari kursi ini. Mungkin bisa dikatakan hal itu merupakan sebuah pertanda atau apalah namanya. Saya sudah dibuat goyah luar biasa, mulai dari awal asistensi dengan dosen saya, ketidak seriusan-yang saya rasa, pencarian tukang yang sulitnya bukan main karena bentuk kursi saya yang relatif sulit, hingga hal-hal yang mengganjal lainnya. Namun karena keterbatasan waktu, pikiran, dan aktivitas, saya putuskan untuk tetap mengerjakannya.