Rabu, 07 Oktober 2009

SIKAT GIGI



Pagi. Memiliki arti khusus bagi saya. Pagi, yang merupakan sebuah anugerah terindah. Entah mengapa. Selalu ada rasa tenang luar biasa ketika dapat bangun di saat pagi sebelum berganti menjadi siang. Berkesempatan melihat dan merasakan setitik cahaya yang masih murni menyentuh bahu. Tak ada kata lain yang dapat menggambarkannya: pagi.

Hari ini, (lagi-lagi) kesempatan paling berharga ini masih saya miliki untuk merasakan pagi dari Tuhan. Wangi rerumputan yang masih lembab menyapa pagi saya. Wangi hujan. Wangi tanah. Wangi bumi, yang diciptakan begitu luar biasa. Semuanya menyatu menjadi sebuah pagi yang sempurna. Segelas susu hangat tersaji diatas meja, melengkapi awal hari ini.