
Dalam sebuah senggang malam ini,
kuajak lamunku berandai sesekali.
Kalaupun harus aku kehilangan dirimu,
kuharapkan saja kau pergi hanya dalam sebuah permainan singkat cari mencari.
Sesingkat kau bersembunyi di balik badan pintu kamarmu.
Yang satu menit kuberikan kau waktu untuk pergi,
agar sesegera aku dapat lari mencari.
Bukan dalam sebuah jarak waktu yang panjang.
Tidak untuk seminggu waktu tamasya yang lama.
Untuk sesingkat kumemejamkan mataku,
lebih-lebih itu yang kubayangkan untukmu.
Sesingkat refleks kedip manusia biasa sepertiku.
Dalam hitungan detik, atau bahkan miliperdetik hidupku.
Karena untuk menghilangnyamu,
aku tak dapat membayangkan bagaimana rasanya hampaku.
untuk kau yang sesaat tak ada bagiku.


