Rabu, 08 April 2009



MENANTI PESTA




Saya ingin ikut dalam pesta. Pesta yang dalam hitungan jam akan segera bergeming, dan nyala semangatnya telah melesat di ujung telinga saya. Menjelang berkesempatan untuk memilih secara bebas dalam periode kepemimpinan baru di Indonesia, saya dibuat kecewa luar biasa ketika mendapati nama saya absen dari serentetan daftar nama pemilih dalam pemilu esok hari. Nama saya seakan terhapuskan dengan rapi: TIDAK ADA KESEMPATAN UNTUK MEMILIH; TIDAK ADA KESEMPATAN BERPESTA, BERDEMOKRASI.

Saya tidak sok suci ingin berdiri seakan dapat menjadi orang nomor satu yang peduli pada negri ini, yang sok ingin memilih dan menganggap satu suara yang saya genggam dapat membawa perubahan. Saya hanya ingin memastikan bahwa telinga saya masih sangat amat berfungsi, dengan seluruh saraf ruet di dalamnya yang masih terhubung dengan saraf lain kesadaran saya bahwa ada sesuatu yang salah, yang tak beres dalam sebuah pesta tuan rumah ini yang hanya dapat dirasakan beberapa tahun sekali visitasinya.