Senin, 16 Februari 2009

SEMALAM BULAN



Di dalam sebuah perjalanan bermil-mil jauhnya yang tak terhitung oleh mata,
yang berpetak-petak sawahnya terbentang
dan beribu tegak pohon bergerak menyentuh langit,
Di luar jendela kendaraan liburan ini
langit yang kuintip tetaplah sama.
Sebuah lingkaran bulan kecil yang ada di atas atap rumah
yang awannya berlari kecil mengelilinginya,
yang sinarnya meneduhkan mata,
menggelitik tanganku untuk meraihnya.

Dan mungkin di tempat bermil-mil jauh disana
di sebuah kendaraan liburan lain,
lingkaran bulan kecil itulah yang dilihatnya
yang tak berubah jauh arahnya,
yang tak lebih redup sinarnya
dan goyah roda kendaraanpun tak menggesernya.

Dan di sini,
takkan ku rayu orang di belahan bumi manapun
untuk sebuah bulan di atas kepala untuk diberi
karena bulan yang sudah ada untuknya,
yang selalu adil terbagi
dan tak sedikitpun luput dari langitnya.

Caruban, 8 Februari 2009 | 23:53 WIB

Gambar diambil dari www-aos.eps.s.u-tokyo.ac.jp/~furu1/MoonLight2.JPG