KEZIA NAIK TIANG LISTRIK!
Reuni semalam membawa saya pada
sebuah pertemuan pendek dengan kezia.
Kezia.
Perempuan lugu itu sudah gede ternyata.
Sudah bisa pakai sepatu tinggi,
menari disko kecilpun lincah.
Kabarnya, sudah tunangan dengan lelaki impiannya.
Pulangnya pun malam-malam.
Sudah bisa cari duit berdua ternyata. Mau kawin.
“Oh, pantas.”
Kemarin saya lihat dia main-main di ujung perumahan.
Di dekatnya ada tiang listrik berkabel ruet.
Tanpa alas kaki, ia mencoba menarik tubuhnya ke atas.
Sepertinya licin.
“Kez, nggak pakai tangga?”
Nanti saja, belum beli.
“Kenapa?”
Mahal. Cari duit dulu.
Dan Keziapun terjatuh.
Naik lagi.
Jatuh lagi dan berdarah (kali ini).
Kezia terbangun. Oh, ternyata mimpi.
Dilihatnyalah sebuah tulisan di seberang ranjangnya.
Merah menyala tertulis dari gincu.
“KEZ, HATI-HATI KESETRUM!”
Dan kecup bibir mengakhiri pesan itu.

***